3 ‘Dapur Pacu’ yang Bikin Laba Telkom Kinclong

Telkom

BUMN Telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan Rp36,1 triliun di Kuartal I/2023 atau tumbuh 2,5% dibanding periode sama tahun lalu dengan Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Rp18,9 triliun.

Di samping pendapatan, Telkom juga mencatatkan kenaikan laba bersih awal tahun ini sebesar 5,0% dibanding Maret 2022 menjadi Rp6,4 triliun. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Telkom Group untuk melaksanakan target tahun 2023.

“Tahun ini, Telkom akan semakin gencar mengimplementasikan strategi Five Bold Moves, yakni FMC, Data Center Co, Infra Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo demi menciptakan value yang optimal dan keberlangsungan perusahaan yang semakin baik ke depannya,” ungkap Ririek, Senin, (1/5/2023).

Ririek pun membeberkan, salah satu pondasi yang mendukung pertumbuhan ini adalah segmen Digital Business, dengan kontribusi sebesar 84,4% dari total pendapatan. Segmen ini tumbuh positif 7,1% YoY mencapai Rp18,2 triliun dibanding periode yang sama di tahun 2022.

Telkomsel melayani 151,1 juta pelanggan dengan data payload yang tumbuh positif hingga 11,0 % YoY menjadi 4.217.405 TB dan konsumsi payload menyentuh 12.324 MB per pengguna layanan data atau tumbuh 11,7% YoY.

Sementara pada segmen mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan Rp21,5 triliun atau tumbuh 1,1% dari periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, pendapatan IndiHome tercatat naik 5,0 persen sebesar Rp7,2 triliun.

Selain bisnis mobilenya, Telkom juga memperkuat bisnis antar perusahaannya, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp4,5 triliun atau tumbuh 7,8% YoY dengan layanan Business to Business atau B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan.

Sementara itu pendapatan segmen Wholesale and International tumbuh 4,0% YoY menjadi Rp4,0 triliun dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.

Bergerak ke bisnis tower, Mitratel (MTEL) selaku anak usaha Telkom menutup triwulan pertama 2023 ini dengan membukukan pendapatan sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh 9,9% YoY, yang utamanya didorong oleh perolehan dari sewa menara.

Dikabarkan sebelumnya, Mitratel mengembangkan bisnis Fiber-to-the-Tower dengan membangun 19.496 km fiber optik dan mengakusisi kabel lainnya sepanjang 6.012 km.

Berdasarkan keterangan, total belanja modal Telkom hingga Kuartal I/2023 ini mencapai Rp7,4 triliun atau 20,6% dari total pendapatan. Anggaran ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi, pengembangan akses fiber optic, infrastruktur kabel laut, menara telekomunikasi, pengembangan 5G dan data center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*