BI Stress Test Perbankan RI, Hasilnya Begini

BI Stress Test Perbankan RI, Hasilnya Begini

Pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur bulan Januri 2024 dengan Cakuoan Triwulan. (YouTube/Bank Indonesia)

Bank Indonesia menyebut ketahanan industri perbankan Tanah Air tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko ke depan. Hal ini terlihat dari hasil stress test yang dilakukan oleh bank sentral.

“Ke depan BI akan terus perkuat strategi kebijakan bersama KSSK untuk mitigas risiko yang berpotensi mengganggu sistem keuangan,” katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Januari 2023, Rabu (17/1/2024).

Perry melanjutkan ketahanan industri perbankan kuat terlihat dari rasiko kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,86% per November 2023.

Kemudian diudukung pula https://38.180.114.193/ dengan pertumbuhan kredit yang telah menyentuh dua digit pada akhir tahun lalu. Capaian ini diikuti dengan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang terjaga.

BI melaporkan kredit perbankan sepanjang 2023 naik 10,38% secara tahunan (yoy). Angka ini berada dalam kisaran atas perkiraan Bank Indonesia.
Sebagai informasi BI menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 9%-11% yoy pada 2023.

Perry melanjutkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi dan modal kerja, masing-masing, tumbuh 12,26% yoy dan 10,05% yoy.

Sementara itu secara sektoral, pengangkutan jasa, perdagangan, serta listrik dan gas air menopang pertumbuhan kredit tahun lalu.

Adapun Perry merinci pembiayaan syariah per Desember 2023 tumbuh 15,8% yoydan kredit UMKMnaik 8,03% yoy.

Pada periode yang sama rasio NPL gross per Desember 2023 sebesar 2,19% dan rasio NPL net 0,75%.

Perry menilai ruang likuiditas perbankan masih terbilang kuat untuk mendorong pertumbuhan kredit.

“Likuditas perbankan lebih dari cukup,” katanya.

Perry menjabarkan bahwa alat likuid per DPK (AL/DPK) per Desember 2023 sebesar 28,73%. Angka ini naik bila dibandingkan dengan posisi November 2023, yakni 26,04%.

Sebagai informasi, likuiditas menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya pada Oktober dan November pertumbuhan DPK hanya sekitar 3% secara tahunan. Padahal pada periode yang sama, kredit naik sekitar 9% yoy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*