Bos Buruh Blak-blakan Soal Capres, Pilih Ganjar Bukan Anies?

anies vs ganjar

Dalam perayaan May Day yang digelar Senin, (1/05/2023) kemarin, buruh tidak hanya mengajukan tuntutan kepada pemerintah. Ada agenda lain yang tidak kalah pentingnya bagi mereka yaitu arah suara buruh pada pemilihan calon presiden (capres).

Bahkan sebelumnya dikabarkan, ada salah satu capres yang akan hadir di perayaan May Day di Senayan, Jakarta. Namun hal ini batal, pertemuan akhirnya dipindahkan ke kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Usut demi usut capres yang harusnya hadir dalam perayaan May Day bersama buruh adalah Ganjar Pranowo.

Lantas, apakah Ganjar memang calon kuat capres yang diusung oleh para buruh?

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan Ganjar memang dipilih mayoritas anggota Partai Buruh pada Rakernas yang digelar Januari 2023. Tapi katanya itu belum final, masih ada tahapan lainnya. Selain Ganjar, ada juga beberapa nama lain yaitu Anies Baswedan, Najwa Shihab hingga dia sendiri.

“Ada 4 nama capres dan cawapres dari rakernas Partai Buruh. Ada 3 tahap sebelum memutuskan siapa yang akan didukung partai ini,” ungkap Said Iqbal kemarin.

Meskipun belum final mendukung Ganjar, Said Iqbal berseloroh bahwa dia telah ‘diserang’ oleh kelompok pendukung Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Kedua nama tersebut juga mengajukan diri sebagai capres.

“Kemarin kami mendukung Prabowo, kami dipuji-puji pendukungnya. Lalu kami mendukung Anies, kami dipuji-puji pendukungnya. Hari ini baru mendukung Ganjar, kelompok Anies dan Prabowo menyerang kami. Saya tidak suka,” tegasnya.

Said Iqbal menegaskan bahwa Partai Buruh mendukung capres dan cawapres secara personal. Maksudnya, Partai Buruh tidak mau dilibatkan untuk menjadi koalisi dengan partai lain, apalagi partai yang mendukung disetujuinya Undang Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

“Partai Buruh tidak akan masuk di tim sukses resmi yang terdaftar di KPU tapi Partai Buruh akan membentuk sendiri tim kemenangan capres yang didukung Partai Buruh. Clear saya rasa,” sebutnya.

Berbeda dengan Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea sudah bulat mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres.

“Saya harus berterus terang sebagian konfederasi buruh terbesar di Indonesia akan all out mendukung Pak Ganjar Pranowo. Sekali lagi akan all out mendukung Ganjar Pranowo. Kenapa? Alasannya sangat kuat, karena Pak Ganjar lah pemimpin di daerah yang waktu itu saat memimpin Jateng sampai hari ini berani menemui buruh, berani mendengarkan aspirasi buruh bukan di dalam ruangan, langsung turun di jalan, berani berdialog, berani bertanya itu yang kita butuhkan untuk pemimpin masa depan Indonesia,” kata Andi Gani kepada wartawan di Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/5/2023) seperti dikutip detik.com.

Andi mengatakan KSPSI akan membentuk relawan buruh sahabat Ganjar. Dia menuturkan pembentukan relawan itu sebagai bentuk dukungan KSPSI kepada Ganjar.

Konfederasi buruh terbesar di KSPSI akan membentuk segera relawan buruh sahabat Ganjar. Saya ulangi, kami akan menyiapkan sayap khusus pada saat kami memenangkan Pak Jokowi 2 kali pilpres, relawan buruh sahabat Jokowi. Jadi hari ini saya katakan relawan buruh sahabat Ganjar Pranowo akan segera berdiri di seluruh Indonesia. Termasuk di luar negeri basis-basis kekuatan kami, KSPSI adalah komunikasi buruh terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengatakan Partai Buruh juga akan mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar pada Juni mendatang. Dia menuturkan dukungan itu akan disampaikan secara resmi oleh Partai Buruh.

Iya, Partai Buruh akan mengumumkan secara resminya di awal Juni. Kita harus menghargai Partai Buruh akan mengadakan konferensi, tetapi saya punya keyakinan sebagian besar komunikasi buruh di Indonesia akan mendukung Pak Ganjar Pranowo,” ujarnya.

Dia mengatakan tidak ada tanda tangan kontrak politik dalam pertemuan KSPSI bersama organisasi buruh lainnya dengan Ganjar Pranowo hari ini. Dia mengatakan dukungan KSPSI terhadap Ganjar tak perlu koordinasi dengan PDIP lantaran bertemu dengan Ganjar sebagai pribadi.

“Belum ada, belum ada penandatanganan kontrak politik. Saya punya keyakinan, saya sudah bergaul dengan Pak Ganjar 23 tahun. Saya tahu persis bagaimana karakter pribadi beliau. Jadi untuk tanda tangan kontrak politik segala macam, nggak ada hari ini. Tetapi kami yakini, kita akan memenangkan visi-misi beliau,” ujar Andi.

“Gak ada koordinasi karena kita datang sebagai presiden konfederasi dan kita bertemu Pak Ganjar sebagai pribadi,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*