Libatkan Istri & Anak, Menteri PUPR: Godaan Korupsi Besar!

Basuki Hadimuljono saat rapat di Komisi V DPR RI (Tangkapan layar youtube Komisi V DPR RI Channel)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menceritakan besarnya godaan korupsi di proyek-proyek infrastruktur. Ini karena menyasar sampai ke keluarga, mulai dari istri, anak, hingga saudara.

Karena itu, ia bersama seluruh jajaran eselon I di Kementerian PUPR hari ini mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama para istri-istrinya. Kedatangan mereka untuk menghadiri program Penguatan Antikorupsi bagi Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas).

“Untuk itu pasti godaannya sangat besar, kalau menterinya digoda, enggak bisa ke dirjen, dirjen enggak bisa mesti ke https://kecoak123.shop/ istrinya, istri enggak bisa ke anak-anaknya, lalu ke saudaranya, makanya KPK menjaga kami sebagai aparat negara dibentengi integritas,” kata Basuki di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/5/2023)

Ia mengatakan, berdasarkan survei yang telah dilakukan KPK 70 persen penyimpangan di Kementerian PUPR mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa, hingga sampai dengan pelaksanaannya. Ia pun mengakui, godaan ini kerap kali datang saat proses pengadaan atau tender.

“Biasa, kan orang kalau mau menang tender inginnya menang. Makanya tadi dengan KPK di bidang pendidikannya, sebetulnya ada tiga pendekatan, pendidikan, pencegahan, dan penindakan, nanti di bidang pencegahan ada rekomendasi-rekomendasi, kalau di pendidikan enggak ada,” ucapnya.

Basuki sendiri mengaku belum pernah mendapatkan godaan secara langsung, termasuk dalam bentuk sogokan dengan nilai miliaran rupiah. Kendati begitu, ia menekankan telah mendesain sembilan strategi pencegahan korupsi, yang diantaranya memperkuat direktorat kepatuhan internal hingga memisahkan proses perencanaan dan pelaksanaan di tiap direktorat jenderal dengan proses pengadaannya.

“Sehingga sesuai kaidah pengawasan internal kita, kan ada three lines of defence istilahnya BPKP itu, ada di balai-balai, kalau itu tembus baru ke ditjen, kalau ditjen tidak bisa ditangani, baru ke itjen, jadi bisa kita deteksi lebih dini, itu salah dua dari sembilan strategi,” tegas Basuki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*