Mayday Mayday! IHSG Ambles 1,21% Karena Ini

Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (2/5/2023). IHSG ambles 1,21% ke level 6.831,735.

Perdagangan menunjukkan terdapat 189 saham menguat, 356 saham turun sementara 172 lainnya mendatar. Perdagangan juga mencatatkan sebanyak 9,304 juta saham terlibat dengan nilai perdagangan baru mencapai Rp 5,532 triliun.

Adapun perdagangan hari ini dibuka setelah long weekend karena libur memperingati Hari Buruh Internasional pada Senin (1/5/2023).

Pelemahan pada sesi pertama hari ini terjadi setelah IHSG sempat menguat signifikan pasca libur panjang lebaran dan berusaha menembus level 7.000 yang terakhir tercatat pada penutupan perdagangan awal Desember tahun lalu. Namun IHSG gagal menembus level tersebut dan malah melemah 0,43% pada Jumat dan kembali ambruk hari ini.

Data Refinitiv mencatat, nyaris seluruh sektor berada di zona koreksi dengan sektor energi menjadi yang paling dalam. Pagi ini saham emiten batu bara RI juga kompak bergerak di zona merah. Selain itu 29 saham tercatat sudah menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Sebelumnya, pasar keuangan juga diterpa isu negatif dengan satu perbankan regional AS kembali menjadi korban dan mengalami kegagalan. First Republic secara resmi disita oleh regulator dan akan diambil alih oleh bank terbesar AS JP Morgan.

Pagi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen bulan April 2023 mengalami inflasi sebesar 0,33% secara bulan ke bulan (mtm). Adapun, inflasi tahun kalender mencapai 1,01% (ytd) dan inflasi tahunannya sebesar 4,33% (yoy).

Inflasi Maret ini lebih tinggi dari bulan Maret 2023, sebesar 0,18%. Secara historis Lebaran, BPS mencatat inflasi 0,33% relatif rendah dibandingkan periode Lebaran sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pasokan holtikultura dan beras yang terjaga. Ini tercermin dari deflasi cabai merah dan cabai rawit.

Sementara di global pada hari ini, pelaku pasar bakal memantau beberapa sentimen, di mana salah satunya yakni pergerakan bursa saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ini.

Pasar keuangan AS masih dibuka meski kemarin ada Hari Buruh International. AS sendiri merayakan Hari Buruh pada 4 September mendatang.

Meski terlihat terkoreksi, tetapi Wall Street sejatinya masih cenderung volatil. Hal ini karena investor cenderungwait and seemenanti sikap The Fed, meski mereka sudah memprediksi bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*