“Ngopi Bareng” Biden – DPR AS Bikin Pemegang Emas Cemas

Emas

Harga emas masih bergerak labil menjelang pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kevin McCarthy.

Kedua pejabat teras AS tersebut dijadwalkan bertemu pada hari ini, Selasa (16/5/2023) untuk membahas https://meja138apk.com/ plafon utang pemerintah AS.

Situasi genting ini tentu saja berdampak besar kepada pergerakan harga emas.

Pada perdagangan Senin (15//5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 2.020,60 per troy ons. Harganya menguat 0,47%.

Penguatan kemarin memutus tren negatif sang logam mulia yang melandai tiga hari sebelumnya. Namun, emas melemah cukup tajam pada pagi hari ini.

Pada perdagangan Selasa (16/5/2023) pukul 06:42 WIB, harga emas di pasar spot internasional ada di posisi US$ 2.015,22 per troy ons. Harganya melemah 0,27%,

Analus Exinity, Han Tan, menjelaskan pelaku pasar tengah berada dalam “mood” cemas di tengah rencana pertemuan Biden- McCarthy.

Pertemuan itu bisa berdampak berbeda kepada emas. Di satu sisi, harga emas bisa naik jika pertemuan gagal karena ketidakpastian akan meningkat sehingga permintaan aset aman seperti emas bisa meningkat.

Namun, jika pertemuan gagal menemui kesepakatan maka ekonomi AS juga bisa terancam sehingga bisa memperburuk ekonomi global.

Kondisi ini bisa membuat permintaan akan komoditas melemah.

“Titik support emas sepertinya ada di atas US$ 2.000 per troy ons tetapi harga emas bisa turun dalam jangka pendek karena persoalan plafon utang. Di satu sisi, pelaku pasar khawatir ada persoalan plafon utang tetapi di sisi lain juga masih ada persoalan suku bunga,” ujar Han Tan, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, pemerintahan Presiden AS Joe Biden tengah dipusingkan dengan jalan buntu penyelesaian utang selama berbulan-bulan.

AS terancam mengalami gagal bayar (default) jika batas pagu utang tidak dinaikkan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen kembali mendesak Kongres untuk menaikkan batas utang federal senilai US$ 31,4 triliunguna mencegah default atau gagal bayar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut akan memicu ‘malapetaka’ ekonomi global.

Penyelesaian plafon utang AS ini “tersandera” oleh Partai Republik yang merupakan partai oposisi.

Partai Republik sudah berulang kali menegaskan tidak akan menaikkan pagu utang jika pemerintah tidak memangkas belanja dengan besar alias melakukan penghematan.

Pelaku emas juga masih menunggu sinyal kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Sejumlah pejabat The Fed termasuk Chairman Jerome Powell dijadwalkan akan berbicara di acara the Thomas Laubach Research Conference, Washington, D.C, Jumat pekan ini (19/5/2023).
Pelaku pasar kini bertaruh 78,8% jika The Fed mulai akan menahan suku bunga acuan pada Juni mendatang.”

“Investors akan tetap melihat investasi emas sebagai hal yang menarik akrena mereka percaya aka nada pemangkasan suku bunga dalam 12 buan ke depan,” tutur said Daniel Ghali, analis dari TD Securities.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*